Apa sebenarnya yang terjadi di Wadas? Apakah ada tindakan kekerasan?

 

kericuhan  di wadas


Jateng_ Beredar di twitter  video ribuan polisi masuk ke kampung wadas, Kec. Bener kab. Purworejo,  Jawa Tengah selasa, 8/2/22. dari info yang berhasil di kumpulkan, polisi di kerahkan untuk mengamankan warga yang kontra dalam proses pengukuran tanah yang ada di wadas.  


Warga juga merasa ketakutan  dengan datangnya ribuan porsenil kepoliasian di kampungnya. sampai banyak yang takut untuk keluar dari rumahnya. 


  Dari pemberitaan dan video yang beredar di twitter, saat itu keadaan di kampung wadas terlihat sangant mencekam.  banyaknya warga yang di tangkap menjadi penyebab ketakutan warga.  tercatat lebih dari 60 warga di di tangkap paksa


 Melihat video  tersebut  mantan mentri susi pudjiastuti tidak bisa memberi komentar,  seperti komentar-komentar  pedas lainya.  hanya bisa menuliskan ekpresinya lewat emoji 



Ada apa sebenernya dengan proses pengadaan  lahan di kampung wadas tersebut.  sampai seorang susi pudjiastuti hanya bisa memberikan ekpresinya saja lewat emoji,  tidak ada stetment atau komentar tertulis dalam twit nya. 


Di video tersebut banyak menyayangkan dan mengundang komentar dari para nettizen.  Pasalnya ada seklumit adegan pekulan yang mendarat ke muka seorang yang di tangkap pihak polisi. tapi belum di ketahui siapa pelaku pemukulan.  apakah warga yang geram ataukah dari oknum polisi.

Kemarin Rabu,  9/2/22. Empunya  jawa tengah ganjar pranomo angkat bicara melalui konfersi pres nya.  ia menyayangkan akan kejadian tersebut. ia meminta maaf dan juga mengakui ia yang bertanggung jawab dengan hal ini, dan membuka diskusi terbuka dengan pihak komnasHam, tetang kasus ini. selain itu ia juga meminta wakapolda untuk melepas semua warga yang di tangkap. 

Setelah itu sang gubernur  jateng ini pun menyambangi dan bertemu warga yang pro terhadap pengadaan lahan. dan sekali lagi ia menyampaikan permohonan maaf kepada warga wadas. 


Masih banyak lagi video-video yang beredar dan banyak mengundang komentar dari para nettizen,  ada yang pro dan ada juga yang kontra dari tindakan yang di lakukan oleh pihak kepolisian. dari berita yang simpang siur tersebut, pastilah ada asap sebelum ada api.  pastinya ada penyebab  hingga terjadinya tindakan tersebut. 

Hingga kini,  kamis 10/2/22 seluruh warga yang di tangkap sudah di pulangkan ke rumah masing-masing.  dan sebelum di pulangkan pihak kepolisian  memberikan sembako sebagai tanda permintamaafan. 


 

Komentar

  1. Udah jelas yang gak setuju itu pasti udah kena profokasi.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer